Home arrow Zapfinpedia arrow Resources & Library arrow Tentang Obligasi

Tentang Obligasi E-mail

Apa itu Obligasi?

Obligasi adalah suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Selain itu, pemilik hutang juga berjanji untuk membayarkan kupon (bila ada) atas hutang tersebut secara periodik selama masa hutang.

Setiap kupon mewakili suatu nilai yang disepakati untuk dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Nilai tukar kupon adalah merupakan tingkat suku bunga atau imbal hasil dari obligasi tersebut.

Penerbit obligasi adalah si peminjam atau debitur, sedangkan pemegang obligasi adalah pemberi pinjaman atau kreditur dan kupon obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur.

Istilah Obligasi

Berikut ini adalah fitur terpenting dalam suatu obligasi.

  1. Nilai nominal atau nilai utang pokok , yaitu nilai yang harus dibayar bunganya oleh penerbit dan harus dilunasi pada saat akhir masa jatuh tempo.
  2. Harga penerbitan, yaitu suatu harga yang ditawarkan kepada investor pada saat penjualan perdana obligasi. Nilai bersih yang diterima oleh penerbit adalah setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan.
  3. Tanggal jatuh tempo, yaitu suatu tanggal yang ditetapkan dimana pada saat tersebut penerbit wajib untuk melunasi nilai nominal obligasi.
  4. Kupon, suku bunga yang dibayarkan oleh penerbit kepada pemegang obligasi.
  5. Tanggal kupon, tanggal pembayaran bunga dari penerbit kepada pemegang obligasi.
  6. Dokumen resmi , suatu dokumen yang menjelaskan secara terinci hak-hak dari pemegang saham.

Obligasi di Indonesia

Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi perusahaan dan Obligasi pemerintah. Berikut ini jenis-jenis obligasi pemerintah:

1.      Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitalisasi Perbankan.

2.      Surat Utang Negara (SUN), adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya.

3.      Obligasi Ritel Indonesia (ORI), adalah SUN untuk investor ritel. Dijual dengan nominal terkecil Rp. 5 juta.

4.      Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga disebut "obligasi syariah" atau "sukuk", sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.

5.      Sukuk Ritel, adalah SUN Syariah untuk investor ritel. Dijual dengan nominal terkecil Rp. 5 juta.

Mekanisme Perdagangan Obligasi

Sebagai suatu instrumen keuangan, obligasi bersifat dapat diperdagangkan. Ada dua jenis pasar obligasi yaitu:

1.      Pasar Primer: tempat diperdagangkannya obligasi saat mulai diterbitkan.

2.      Pasar Sekunder: tempat diperdagangkannya obligasi setelah diterbitkan dan tercatat di BEI, perdagangan obligasi akan dilakukan di Pasar Sekunder. Pada saat ini, perdagangan akan dilakukan secara Over the Counter (OTC). Artinya, tidak ada tempat perdagangan secara fisik. Pemegang obligasi serta pihak yang ingin membelinya akan berinteraksi dengan bantuan perangkat elektronik seperti email, online trading, atau telepon.

Aspek Pajak terhadap Obligasi

Dari aspek perpajakan obligasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)

Atas bunganya dikenakan Pajak Penghasilan dengan tarif 20% dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period). Atas diskontonya dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 20% dari selisih lebih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo di atas harga perolehan, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest).

Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)

Atas diskontonya dikenakan Pajak Penghasilan, yaitu sebesar 20% dari selisih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo obligasi di atas harga perolehan obligasi.

PH©2009

 

 

Log In / Sign Up