Home arrow Zapfinpedia arrow Publications by ZAP Finance arrow Review rencana keuangan (Bagian 2)

Review rencana keuangan (Bagian 2) E-mail

oleh: Prita H. Ghozie, SE, MCom, GCertFinPlanning, CFP®

Dimuat di KONTAN, Edisi 28 Des 2009 - 3 Jan 2010, hal.20

Masih ingat dengan kisah keluarga Razi dan Fati? Minggu lalu, kita sudah tahu pentingnya financial check up yang mengawali proses review rencana keuangan. Selain itu, kita juga tahu dokumen dan informasi apa yang harus dipersiapkan. Nah, minggu ini, kita bahas bagaimana melakukan financial check up untuk mengkaji sebuah rencana keuangan.

Financial check-up

Pertama, Razi dan Fati harus menghitung berapa nilai kekayaan bersih per akhir tahun. Caranya, mereka mencatat seluruh saldo tabungan, reksadana, dan nilai harta lain pada saat ini. Tak lupa juga mereka mencatat saldo utang yang masih tersisa (lihat tabel: Kekayaan Bersih Razi & Fati)

Tabek Kekayaan Razi dan Fati
Di awal tahun, Razi dan Fati nyaris tidak punya tabungan. Investasi yang mereka punya hanya ada di emas -yang sebetulnya perhiasan Fati- serta saldo Jamsostek dari kantor. Padahal, mereka masih punya saldo utang KPR Rp. 500 juta serta utang kartu kredit Rp. 5 juta.

Setelah mengimplementasi rencana keuangan, pundi-pundi uang mereka bisa bertambah. Utang KPR berkurang dan kekayaan bersih meningkat 26% menjadi Rp. 1,2 Milyar.  Pertanyaannya, apakah ini berarti keuangan mereka sehat? Tunggu dulu! Sebelumnya, kita harus melihat dulu analisis arus kas setahun keuangan mereka.

Langkah kedua untuk mengkaji rencana keuangan adalah membandingkan  pengeluaran sesungguhnya dengan anggaran yang dibuat di awal tahun. Anggaran dibuat berdasarkan pola pengeluaran rutin bulanan dan juga rencana tabungan serta investasi untuk mencapai tujuan finansial. (lihat tabel: Pengeluaran vs Pendapatan)

Tabel Arus Kas Razi dan Fati
Berdasarkan anggaran dana mereka, ternyata pendapatan setahun Razi dan Fati sejumlah Rp. 375 juta, sementara pengeluaran setahun sebesar Rp. 374 juta. Dan rupanya, aktualnya pendapatan yang mereka terima sama, namun total pengeluaran mencapai Rp. 375,5 juta. Artinya, di akhir tahun terjadi desifit arus kas Rp. 500 ribu. Apa penyebabnya? Mari kita periksa hasil financial check up tahun ini.

Sehat atau tidak

Hasil Financial Check Up Keluarga Razi dan Fati

Hasil Financial Check Up
Untuk mengetahui sehat atau tidaknya rencana keuangan Razi dan Fati, hasil financial check up yang meliputi rasio likuiditas, tabungan, dan utang memperlihatkan: total pengeluaran untuk biaya hidup dan biaya lifestyle sebesar 43.87%.

Adapun dana yang disisihkan untuk tabungan hanya 24%. Lalu, sebesar 14.40% untuk membayar cicilan utang KPR. Angka ini diperoleh dari persentase total pengeluaran (bukan hanya bulanan) terhadap pendapatan setahun. Jumlahnya merupakan total dari bulanan yang rutin dan juga variabel seperti THR, bonus, bayar premi asuransi, dan lainnya.

Rasio likuiditas mengindikasikan, dari harta lancar seperti tabungan dan deposito, mereka sanggup hidup tanpa penghasilan rutin selama 5 bulan 3 hari. Rasio tabungan dan rasio servis utang menceritakan jumlah penghasilan rutin bulanan yang berhasil ditabung sebesar 24% dan digunakan untuk bayar cicilan bulanan sebesar 18%.

Dari hasil financial check up, ternyata biaya hidup dan biaya lifestyle lebih besar dari anggaran. Dampaknya, porsi untuk tabungan menjadi berkurang dan total pengeluaran melebihi total pendapatan.

Dengan hasil ini, tugas mereka pada tahun berikutnya adalah meningkatkan saldo harta lancar agar tercapai angka ideal 6 bulan serta menghemat biaya hidup agar saldo dana darurat tercapai dan dapat melunasi utang KPR lebih cepat.

Minggu depan, saya akan jelaskan cara membandingkan target saldo kebutuhan rencana keuangan dengan saldo aktual saat ini. Tentu, saya juga akan memberikan tip atau saran apabila rencana keuangan tidak berjalan sesuai harapan. Sampai ketemu minggu depan!

 

Log In / Sign Up