|
oleh: Prita H. Ghozie, SE, MCom, GCertFinPlanning, CFP® Dimuat di KONTAN, Edisi 21 - 27 Desember 2009, hal.20 Mengkaji atau melakukan review atas rencana keuangan merupakan bagian penting dalam proses perencanaan keuangan komprehensif. Dengan langkah itu Anda bisa tahu jalannya implementasi, kinerja keuangan, dan proyeksi pencapaian target saldo yang dibutuhkan.
Berikut ini contoh langkah review setelah rencana keuangan dibuat dan diimplementasikan. Kisah keluarga Razi dan Fati menjadi contoh. Mereka adalah pasangan muda berusia 30 tahun dengan seorang anak, Daffa, yang berusia 2 tahun. Ceritanya, Razi dan Fati ingin menata kehidupan keuangan lebih baik.
Di awal tahun, Keluarga Razi punya sebuah rencana keuangan komprehensif yang ditulis oleh perencana keuangan independen. Ada tiga rencana keuangan umum, rencana pendidikan, dan rencana pensiun.
Mereka berencana berlibur ke Hong Kong tahun 2011 dengan kebutuhan dana Rp. 35 juta. Dengan asumsi inflasi 10% per tahun, dua tahun lagi kebutuhan dana menjadi Rp. 42,5 juta. Rencananya mereka akan gunakan bonus tahun ini Rp. 35 juta untuk investasikan di reksadana pendapatan tetap dengan target imbal hasil 10% per tahun.
Implementasinya, buat dana darurat dan dana liburan, mereka akan menginvestasikan dana lump sum sekaligus di tabungan dan reksadana pendapatan tetap. Razi dan Fati juga memasukkan rencana membeli mobil baru lima tahun lagi. Untuk mencapainya, mereka berinvestasi bulanan. Akan halnya rencana pendidikan, total investasi bulanan untuk dana pendidikan Daffa sebesar Rp. 2,23 juta. Uangnya disebar ke tabungan berjangka, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. (lihat tabel: Rencana Sekolah untuk Daffa) Untuk mempersiapkan dana pensiun, solusinya adalah investasi bulana sebesar Rp. 2,4 juta ke reksadana saham. Check up keuangan
Idealnya, sebuah proses monitorin dilakukan minimal tiap enam bulan. Dengan begitu, bila keadaan tidak berjalan sesuai rencana, Anda tahu langkah yang perlu diambil.
Untuk keperluan review, siapkan beberapa dokumen dan informasi berikut: 1. Bon, tiket tol, karcis, dan struk belanja untuk mencatat pengeluaran sesungguhnya (actual). 2. Tagihan kartu kredit dan tagihan lainnya. 3. Hasil cetak buku tabungan, laporan kinerja investasi, dan laporan kredit konsumsi (KPR atau KPM). 4. Slip gaji.
Jika Anda sudah melakukan review sejak enam bulan lalu, maka Anda hanya perlu melengkapi dokumen enam bulan setelahnya. Langkah pertama dalam proses monitoring adalah melakukan financial check up untuk setahun kebelakang.
Lewat financial check up akan keluar rasio likuiditas, rasio tabungan, dan rasio servis utang. Jika Anda bisa takut hasil medical check up buruk, maka juga harus takut kalau pengeluaran masih lebih besar dari penghasilan. Tapi, jangan panik! Saya akan jelaskan cara melakukan financial check up. Sampai ketemu lagi. (Bersambung ke bagian 2)
|