Home arrow Zapfinpedia arrow Publications by ZAP Finance arrow Batik Kuno dalam Rencana Keuangan

Batik Kuno dalam Rencana Keuangan E-mail

oleh Prita H. Ghozie, SE, MCom, GCertFinPlanning, CFP®

Dimuat di KONTAN Minggu I, November 2009, hal.21

Awal Oktober tahun ini, batik dikukuhkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya asal Indonesia. Batik memang sudah menjadi bagian dari keseharian hampir seluruh masyarakat Indonesia, baik itu dalam rupa kemeja, baju seragam sekolah dan kerja, tas, taplak meja, mau pun sebagai hiasan rumah nan cantik.

Siapa sangka, dibalik kecantikan dan keindahannya, batik dapat menjadi pelengkap rencana keuangan Anda.  Seperti apa dan bagaimana? Saya akan berbagi cerita tentang batik kuno yang membantu mencapai kesejahteraan finansial.

Batik Kuno Bernilai Wah
Cerita kekayaan budaya Indonesia tentang batik memang tidak ada habisnya. Ragam jenisnya dapat diklasifikasikan berdasarkan teknik pembuatan, asal pembuatan, dan yang pasti tahun pembuatannya. Semakin kuno dan langka jenis sebuah kain batik, maka nilainya pun akan semakin tinggi.

Nenek suami saya, Eiko Adnan Kusuma, adalah seorang kolektor batik kuno Indonesia sejak tahun 1960an. Eiko adalah orang Jepang asli yang menikah dengan orang Indonesia. Sejak bermukim di Jakarta, Ia langsung jatuh cinta terhadap karya batik dari Jawa Tengah.

Berawal dari situ, berburu kain batik kuno dari berbagai daerah di Indonesia kerap dilakukannya. Ia pun selalu menjahit baju sendiri dengan berbagai bahan kain dari Indonesia, baik itu batik, kain tenun ikat, mau pun kain jumputan.

Seiring berjalannya waktu, koleksinya mencapai ribuan jumlahnya dan mulai dikenal oleh berbagai kalangan seni. Berhubung asli Jepang berdarah Indonesia (saking lebih Indonesia dari orang Indonesia asli), Ia rajin membawa koleksi batik kuno untuk pameran di Jepang dan negara-negara lain, selain di pamerkan di galeri pribadi.

Koleksinya pun sering dipinjam oleh berbagai badan organisasi kebudayaan dunia untuk dijadikan gambar kartu ucapan. Nah, siapa sangka, dari koleksinya tersebut, berbagai royalti pun kerap diterimanya. Bisa ditebak, mulai banyak tawaran untuk membeli koleksi batik kunonya, tentu saja dengan harga yang sangat jauh dari harga belinya. Ini tentu menjadi sumber penghasilannya di masa pensiun.

Menjadi Investasi
Kisah koleksi batik kuno Eiko merupakan bentuk nyata bagaimana barang seni dapat menjadi investasi. Barang seni lain yang kerap menjadi  harta investasi dan telah memiliki pasar tersendiri adalah lukisan dan patung. Tentu saja, Anda tidak dapat mengharapkan kenaikan harga signifikan dalam jangka pendek. Investasi barang seni memang diperuntukkan dalam jangka panjang diatas 8 tahun hingga 10 tahun.

Kembali ke batik kuno, bila Anda tertarik untuk menjadi kolektor dan berinvestasi di batik kuno, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, pelajari klasifikasi dari kain batik. Menurut Ibu Eiko, batik kuno dapat digolongkan berdasarkan 1) Motif seperti Kawung, Parang, Kupu-kupu dan lainnya, 2) Teknik celupan seperti Kelengan, Dua Negeri, Tiga Negeri, Bang-Biru dan lainnya, 3) Latar belakang sejarah dan trend seperti Batik Belanda, Kain Kompeni, Limaran dan lainnya, 4) Daerah asal seperti Indramayu, Madura, Pekalongan, Solo, Cirebon, dan lainnya. Batik tulis merupakan batik kuno yang bernilai paling tinggi.

Kedua, perhatikan pemeliharaan. Biaya pemeliharaan kain batik kuno sebetulnya tidak terlampau tinggi. Anda hanya perlu rajin menganginkan kain kemudian menyimpannya dengan kertas khusus. Lalu, buat daftar klasifikasi kain batik kuno koleksi Anda. Jangan lupa sertakan informasi mengenai tahun pembuatan, motif, dan tentu saja harga belinya. Lihat contoh tabel kartu batik dibawah ini.

Ketiga, bergabung dengan komunitas pencinta batik kuno. Dari komunitas ini, Anda akan memiliki akses untuk membuat pameran dengan berbagai museum di negara-negara lain, melakukan jual-beli dengan kolektor lain, dan bertransaksi dengan jasa balai lelang internasional seperti Sotheby’s.

Lebih menjual kalau informasinya lengkap

 Koleksi Batik Nomor
 10
 Motif
 Gajah dan Orang – Kisah Mahabarata
 Teknik celupan
 Bang – Biru
 Latar belakang Batik Kompeni
 Asal Madura
 Jenis kain Katun
 Tahun Pembuatan 1988
 Harga Beli Rp. 5 juta
 Tahun Pembelian
 1990

Tips Investasi

Sama halnya dengan investasi yang bersifat umum seperti di saham atau obligasi, ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi sebelum menjadi kolektor dan investor batik kuno.

Perhatikan tujuan finansial Anda. Batik kuno hanya dapat digunakan untuk investasi jangka panjang. Seperti kisah Ibu Eiko, batik kuno terjual tinggi setelah dimilikinya paling tidak lebih dari 10 tahun. Hasil ini merupakan salah satu, bukan satu-satunya, sumber penghasilan di masa pensiun.  

Selain itu, namanya juga barang seni, dalam memilih batik kuno pun Anda harus berjiwa seni. Jangan asal pilih bila pada akhirnya tidak ada yang tertarik untuk membeli koleksi batik kuno Anda.

Dengan karakteristik batik kuno seperti disebutkan diatas, tentu saja investasi ini layak dijalankan bila Anda telah memiliki investasi di produk keuangan standar seperti reksadana untuk tujuan pensiun. Anda tetap harus melakukan investasi reguler setiap bulan di reksadana, saham atau pun emas, selain berinvestasi di batik kuno.

Bila ternyata sampai usia lanjut pun koleksi batik kuno masih bertumpuk, maka harta ini dapat dimasukkan kedalam daftar warisan untuk anak keturunan Anda. Semoga bermanfaat. Make your finance alive. Live a beautiful life!

 

Log In / Sign Up