Home arrow Personal Finance arrow Personal Finance Section arrow Basic Money & Budgeting arrow Mengelola Utang Produktif

Mengelola Utang Produktif E-mail

Nara Sumber: Prita H. Ghozie, MCom,CFP

Dimuat di Mingguan Wanita Indonesia Edisi 1015, 1-7 Juni 2009, hal. 21

Berutang seringkali tidak dihindari dari kehidupan seorang manusia. Namun, yang terpenting adalah kita memahami tujuan dari berutang dan juga bagaimana mengelolanya.

Salah satu jenis utang yang dapat membantu keuangan Anda adalah utang produktif. Apakah itu? Simak bincang-bincang dengan perencana keuangan independen, Prita Ghozie berikut.

Mbak Prita, apa beda utang produktif vs utang nonproduktif?
Utang produktif adalah utang yang diambil oleh seseorang atau sebuah perusahaan yang digunakan sebagai modal untuk produksi lebih lanjut yang dapat menghasilkan sesuatu dalam bentuk keuntungan. Sedangkan utang nonproduktif adalah utang yang diambil untuk keperluan konsumsi.

Jadi, dengan kata lain, utang produktif menjadikan uang yang diutangkan tersebut bekerja sedemikian rupa sehingga mampu untuk membayar pokok utang ditambah bunga, dan juga memberikan keuntungan tambahan bagi si pengutang. Contoh utang produktif adalah kredit modal usaha, KPM untuk usaha sewa mobil, KPR untuk membuat rumah kost, dan banyak lagi.

Sedangkan utang non-produktif memberikan kesempatan kepada anda untuk mendapatkan kenikmatan tambahan dari batas kemampuan finansial anda saat ini. Contohnya, anda belum memiliki uang tunai untuk membeli rumah, maka anda mengambil KPR untuk membeli rumah tinggal.

Bagaimana memastikan bahwa kita membuat utang untuk sesuatu yang produktif?

Ada beberapa ciri-ciri yang membedakan apakah utang tersebut produktif atau tidak. Pertama, utang tersebut memberikan nilai tambah atas aset yang anda miliki saat ini. Nilai tambah tersebut dikemudian hari dapat memberikan tambahan keuntungan bagi anda bila terjadi penjualan. Contohnya, anda membeli sebidang tanah untuk investasi melalui fasilitas KPR. Sepuluh tahun kemudian, anda menjual tanah tersebut dengan kenaikan nilai (capital gain) sebesar 50%. Total keuntungan anda adalah harga jual bersih dikurangi biaya kredit dan cicilan pokok.

Kedua, utang digunakan untuk membeli bahan pokok yang kemudian diolah menjadi sebuah barang jadi. Mungkin tanpa berhutang, anda tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai suatu usaha. Sehingga, ini juga termasuk utang produktif.

Ketiga, utang dapat dibayarkan melalui keuntungan yang diperoleh atas modal yang dibeli dengan utang. Misalnya anda membangun rumah kost dengan fasilitas KPR. Bila usaha anda berjalan baik, maka anda dapat membayar cicilan pokok dan bunga dengan penerimaan sewa kost.

Siapa boleh ber-utang, dan siapa tidak boleh ber-utang?
Anda yang telah memiliki usaha atau berniat membuat usaha dinilai layak berutang. Sebelum memutuskan untuk berutang, anda dapat meminta bantuan seorang penasehat keuangan untuk mengevaluasi apakah anda memang layak berutang, berapa rasio jumlah utang terhadap modal yang sesuai untuk anda, dan berapa kemampuan pembayaran utang tersebut per bulannya.

Lalu, siapa yang tidak boleh berutang? Tentu saja anda yang tidak mempunyai sumber penghasilan untuk membayar cicilannya. Utang apa pun itu, baik produktif maupun konsumtif, harus dilihat dan dievaluasi sesuai dengan kebutuhannya. 

Tips cerdas mengelola utang 

Sebelum berutang produktif, pastikan anda telah mengevaluasi hal-hal berikut ini;

  1. Payback Period: analisa ini memberikan ilustrasi kapan investasi anda akan balik modal. 1 tahun, 2 tahun, atau 5 tahun kah? Anda patut mengetahuinya karena artinya anda belum dapat menikmati keuntungan sampai investasi anda balik modal.
  2. Tingkat Pengembalian: berapakah tingkat pengembalian dari investasi anda? Bila modal anda Rp. 100 juta dan keuntungan yang didapat adalah Rp. 30 juta, maka tingkat pengembalian modal adalah 30%.
  3. Arus kas: anda harus memiliki arus kas yang sehat untuk membayar utang setiap bulan. Ingatlah bahwa arus kas haruslah berasal dari hasil usaha anda.
  4. Metode perhitungan bunga: tanyakan kepada bank tempat anda berutang, metode perhitungan bunga apa yang digunakan. Sebisa mungkin negosiasikan untuk mendapat tingkat bunga efektif.

Jadi, sudah paham kan bedanya antara utang produktif dengan non-produktif? Tingkatkan terus literasi keuangan anda dengan rajin membuka buku tentang keuangan. Semoga bermanfaat!

 



You are not authorized to view all of the articles, please login if you are a member. Not a member? Register!

 
Log In / Sign Up